Berbagai Jenis Gangguan Mental, Joker Termasuk yang Mana? – Kelompok usia yang paling rentan menderita depresi adalah usia 75 tahun ke atas. Sebanyak 8,9 persen dari total penduduk berusia itu menderita depresi. Kalangan anak muda yang berusia 15 hingga 24 tahun juga menjadi kalangan yang paling banyak terkena depresi. Sebanyak 6,2 persen milenial muda depresi.

Masalah pada kesehatan mental ini memang telah menjadi isu yang semakin ramai dibicarakan dalam beberapa tahun terakhir. Film Joker yang telah tayang di bioskop ini pun mengangkat topik mental illness ke dalam ceritanya. Sebetulnya, apa saja ya jenis gangguan mental yang bisa dialami seseorang? Yuk, disimak. slot online indonesia

1. Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorder)

Berbagai Jenis Gangguan Mental, Joker Termasuk yang Mana?

Seseorang dengan masalah ini mengalami gangguan kecemasan saat merespons suatu objek atau situasi. Biasanya penderita akan mengalami rasa ketakutan yang hebat disertai dengan perubahan tanda fisik, seperti detak jantung yang semakin cepat, berkeringat, merasa pusing, serta sulit berkonsentrasi atau tidur.

Kecemasan ketika berada di tempat umum, kepanikan dan fobia terhadap sesuatu, juga termasuk ke dalam anxiety disorder. Penderita masalah ini hidup dengan perasaan penuh kecemasan, ketakutan, serta kekhawatiran berlebih.

Ada berbagai jenis anxiety disorder, yaitu:

– Generalized anxiety disorder (GAD)

Generalized anxiety disorder adalah kecemasan kronis yang ditandai dengan rasa khawatir dan tegang yang berlebihan. Jenis dari gangguan kecemasan ini berlangsung secara persisten dan cenderung tidak terkendali.

– Gangguan kecemasan sosial (Social anxiety disorder)

Social anxiety disorder, alias kecemasan sosial adalah rasa ketakutan ekstrem yang muncul ketika berada di tengah-tengah banyak orang.

2. Gangguan Suasana Hati (Mood Disorder)

Gangguan ini juga disebut gangguan afektif yang membuat penderitanya merasa sedih terus menerus atau perasaan terlalu bahagia yang berlebihan. Pergantian emosional atau fluktuasi dari perasaan bahagia menjadi sedih secara ekstrem juga termasuk gangguan ini, yang biasa kita kenal dengan Bipolar Disorder. Sebagian contoh gangguan lainnya seperti depresi jangka panjang, gangguan afektif musiman, perubahan suasana hati dan iritabilitas yang terjadi selama fase pramenstruasi, serta depresi karena penyakit fisik.

Gangguan bipolar dapat dikelompokan menjadi beberapa kategori diantaranya :

– Gangguan bipolar I. Pasien

Memiliki setidaknya satu episode manik yang dapat didahului atau diikuti oleh episode depresi hipomanik atau mayor. Dalam beberapa kasus, mania dapat memicu istirahat dari kenyataan (psikosis).

– Gangguan bipolar II.

Pasien sudah memiliki setidaknya satu episode depresi besar dan setidaknya satu episode hipomanik, tetapi Anda belum pernah mengalami episode manik.

– Gangguan Cyclothymic.

Pasien sudah memiliki setidaknya dua tahun – atau satu tahun pada anak-anak dan satu tahun pada masa remaja – dari banyak periode gejala hipomania dan periode gejala depresi (meskipun kurang parah daripada depresi berat).

– Tipe yang lain.

Merukapan gangguan bipolar dan terkait yang disebabkan oleh obat-obatan atau alkohol tertentu atau karena kondisi medis, seperti penyakit Cushing, multiple sclerosis atau stroke.

3. Gangguan Psikotik (Psychotic Disorder)

Gangguan psikotik termasuk gangguan jiwa parah yang menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal, misalnya penyakit skizofrenia. Gejala paling umum dari gangguan ini adalah halusinasi (mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak ada), serta delusi (mempercayai hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi).

– Gangguan Psikotik yang Singkat (Brief Psychotic Disorder)

Seseorang yang mengalami gangguan psikotik yang singkat biasanya disebabkan karena suatu kejadian yang traumatis atau membuat stres, misalnya meninggalnya orang terdekat dan sebagainya.

Namun, seseorang yang mengalami gangguan psikotik yang singkat biasanya akan sembuh dalam beberapa hari atau minggu.

4. Gangguan Makan (Eating Disorder)

Eating disorder merupakan penyakit serius dan sering kali fatal akibat gangguan parah pada perilaku makan seseorang. Gangguan paling umum adalah anoreksia (menganggap diri kelebihan berat badan padahal tidak), bulimia nervosa (makan dalam jumlah besar yang kemudian dikeluarkan secara paksa misalnya muntah), dan binge-eating (makan berlebihan dan sulit dihentikan).

Berikut adalah beberapa gejala gangguan makan berdasarkan jenisnya:

– Bulimia nervosa

Bulimia nervosa adalah gangguan makan yang membuat penderitanya ingin segera membuang makanan yang dikonsumsinya dengan cara yang tidak sehat, antara lain dengan memuntahkan kembali makanan yang telah dimakan dan menggunakan obat pencahar atau obat yang membuang cairan tubuh.

– Anoreksia nervosa

Gangguan ini menjadikan penderitanya membatasi asupan makannya karena merasa berat badannya berlebihan, meskipun pada kenyataannya, tubuhnya sudah ramping atau justru terlalu kurus. Penderita dari anoreksia nervosa juga akan menimbang berat badannya secara berulang-ulang.

5. Gangguan Obsesif-Kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder atau OCD)

Berbagai Jenis Gangguan Mental, Joker Termasuk yang Mana?

Seseorang dengan gangguan OCD selalu memiliki pikiran atau obsesi yang konstan terhadap sesuatu, sehingga mendorongnya untuk melakukan hal yang sama secara berulang-ulang. Salah satu contohnya adalah orang yang merasa ketakutan dengan kuman atau debu yang membuatnya terus menerus mencuci tangan atau anggota tubuh lainnya.

6. Gangguan Kontrol Impuls dan Kecanduan (Impulse Control and Addition Disorder atau ICAD)

Orang dengan gangguan ICAD tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan dirinya atau orang lain. Beberapa contoh dari gangguan ini antara lain Pyromania (menyulut api hingga menyebabkan kebakaran) dan Kleptomania (mencuri). Penderita ini juga biasanya kecanduan terhadap alkohol dan obat-obatan, atau kecanduan pada aktivitas tertentu seperti seks atau berbelanja.

7. Gangguan Kepribadian (Personality Disorder)

Personality disorder adalah gangguan terhadap kepribadian seseorang dan membuatnya memiliki pola pikir, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang. Jenis dari gangguan kepribadian antara lain borderline personality disorder, yaitu perubahan suasana hati yang intens, ketakutan akan ditinggalkan, perilaku impulsif dan tidak stabil.

Gangguan lainnya adalah antisocial personality disorder yang membuatnya seperti mengabaikan perasaan atau kebutuhan orang lain, memanipulasi orang lain untuk kepentingan dirinya, tidak merasa bersalah atas tindakan buruk yang dilakukan, dan sebagainya.

8. Gangguan Stres Pascatrauma (Post-Traumatic Stress Disorder atau PTSD)

PTSD dapat muncul pada seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis atau mengerikan, seperti pelecehan fisik dan seksual, kematian tak terduga dari orang yang dicintai, atau bencana alam. Kenangan tidak menyenangkan tersebut tidak bisa hilang dan membuat penderita PTSD cenderung mati rasa secara emosional.

9. Gangguan Disosiatif (Dissociative Disorder)

Gangguan ini adalah gangguan kejiwaan parah atau perubahan dalam ingatan, kesadaran, dan identitas umum tentang diri mereka dan lingkungan penderita. Gangguan disosiatif umumnya dikaitkan dengan stres luar biasa yang diakibatkan oleh peristiwa traumatis yang dialami atau disaksikan oleh penderita. Contohnya seperti gangguan identitas kepribadian ganda. Penting sekali nih untuk kamu generasi muda lebih aware terhadap isu-isu kesehatan mental. Tidak boleh menganggap remeh masalah ini dan bantulah orang di sekitar kamu yang sepertinya menderita masalah mental. Apabila salah satu gangguan di atas sedang kamu alami, maka jangan takut untuk meminta bantuan dari orang terdekat atau professional.

Next Post

Generasi Milenial Rentan Mengalami Gangguan Jiwa

Sat Jan 18 , 2020
Generasi Milenial Rentan Mengalami Gangguan Jiwa – Barangkali belum banyak dari kita yang tahu bahwa tanggal 10 Oktober ini diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia […]
Generasi Milenial Rentan Mengalami Gangguan Jiwa